Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

BAGAIMANA SEORANG MUSLIM BERPIKIR


Banyak yang beranggapan bahwa untuk "berpikir secara mendalam", seseorang perlu memegang kepala dengan kedua telapak tangannya, dan menyendiri di sebuah ruangan yang sunyi, jauh dari keramaian dan segala urusan yang ada. Sungguh, mereka telah menganggap "berpikir secara mendalam" sebagai sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan. Mereka berkesimpulan bahwa pekerjaan ini hanyalah untuk kalangan "filosof".

Allah mewajibkan manusia untuk berpikir secara mendalam atau merenung. Allah berfirman bahwa Al-Qur'an diturunkan kepada manusia untuk dipikirkan atau direnungkan: "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenungkan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran" (QS. Shaad, 38: 29).
Yang ditekankan di sini adalah bahwa setiap orang hendaknya berusaha secara ikhlas sekuat tenaga dalam meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak mau berusaha untuk berpikir mendalam akan terus-menerus hidup dalam kelalaian yang sangat. Kata kelalaian mengandung arti "ketidakpedulian (tetapi bukan melupakan), meninggalkan, dalam kekeliruan, tidak menghiraukan, dalam kecerobohan". Kelalaian manusia yang tidak berpikir adalah akibat melupakan atau secara sengaja tidak menghiraukan tujuan penciptaan diri mereka serta kebenaran ajaran agama. Ini adalah jalan hidup yang sangat berbahaya yang dapat menghantarkan seseorang ke neraka. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah memperingatkan manusia agar tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang lalai:

"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raaf, 7: 205)

"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman." (QS. Maryam, 19: 39)

Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan tentang mereka yang berpikir secara sadar, kemudian merenung dan pada akhirnya sampai kepada kebenaran yang menjadikan mereka takut kepada Allah. Sebaliknya, Allah juga menyatakan bahwa orang-orang yang mengikuti para pendahulu mereka secara taklid buta tanpa berpikir, ataupun hanya sekedar mengikuti kebiasaan yang ada, berada dalam kekeliruan. Ketika ditanya, para pengekor yang tidak mau berpikir tersebut akan menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang menjalankan agama dan beriman kepada Allah. Tetapi karena tidak berpikir, mereka sekedar melakukan ibadah dan aktifitas hidup tanpa disertai rasa takut kepada Allah. Mentalitas golongan ini sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur'an:

Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?" Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?" Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kamu mengetahui?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu (disihir)?" "Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta." (QS. Al-Mu’minuun, 23: 84-90)

nama file : bagaimana seorang muslimberpikir
bentuk file : pdf
halaman : 62
ukuran : 450,58 kb


download

MELIHAT KEBAIKAN DI SEGALA HAL


Jika Anda dapat berhenti sejenak kemudian memikirkan tentang kehidupan Anda, Anda akan
menyadari bahwa semua ingatan Anda walaupun mungkin terdiri atas beberapa dekade, akan berarti sebagai perbincangan beberapa menit saja. Apa yang pernah Anda pikir penting, atau yang benar-benar Anda kejar, atau yang coba Anda hindari, kini semuanya adalah bagian dari masa lalu. Apa pun yang mengingatkan kita pada pikiran-pikiran dan perasaan ini, itu hanyalah kenangan.

Bagaimanapun juga, dalam pandangan Allah, setiap kata yang Anda ucapkan dan setiap pikiran
yang terlintas dalam benak Anda telah diketahui-Nya. Setelah mati, di mana masing-masing manusia telah ditetapkan waktunya, rekaman setiap tindakan kita akan dibeberkan di hadapan kita. Yang akan terlihat dari kehidupan kita hanyalah terdiri atas detik demi detik, tanpa terlewat satu bagian kecil pun. Dalam pandangan Allah, tak ada rincian hidup kita yang terlupakan.

Jika dalam setiap aspek kehidupan, Anda menghabiskan hidup dengan berserah diri kepada
kekuasaan mutlak Allah, menerima tujuan penciptaan-Nya, kemudian menyadari kebaikan dalam segala hal, serta sadar akan kesempurnaan dalam setiap rencana Ilahiah yang ditetapkan oleh Allah, Anda dapat memastikan bahwa hasil akhir Anda akan baik.

Hal itu karena di saat kematiannya, manusia dihadapkan pada dua pilihan. Jika yang satu telah
dijalankan dengan nilai-nilai yang dinyatakan oleh Allah, ia akan mendapatkan keselamatan abadi. Jika tidak, ia kan menderita kesengsaraan tak berujung. Akhlaq yang Allah meminta kita untuk melaksanakannya adalah berupa rasa syukur terhadap-Nya dalam setiap hal, tak peduli bagaimanapun kondisi dan keadaannya. Allah menginginkan agar kita meyakini bahwa pasti ada kebaikan dalam segala hal yang menimpa kita dengan menyadari bahwa semua itu berasal dari Allah.

Menerima apa pun yang menimpa kita dan meyakini bahwa ada kebaikan dalam setiap kejadian
walaupun tampaknya merugikan, bahkan malah bersyukur untuk semua itu, bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Ia adalah kebenaran yang disadari melalui pemahaman akan kebesaran dan keagungan Allah. Seseorang hanya perlu mengenal Tuhan-Nya—Pencipta alam semesta—dan peristiwa apa pun yang terjadi di dalamnya serta bersyukur atas semua itu.

Sejak pertama kali seseorang membuka matanya di dunia, Allahlah yang menetapkan setiap
peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Allahlah Yang Mahakuasa, Mahabijaksana, dan Mahaadil. Semua diciptakan Allah dalam rangka memenuhi rencana-Nya dan untuk tujuan Ilahiah, sebagaimana difirmankan Allah dalam sebuah ayat Al-Qur`an, “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (al-Qamar: 49) Dalam cahaya kekuasaan dan kehebatan Allah yang tiada batasnya, manusia hanyalah makhluk yang lemah. Tanpa kemurahan dan kasih Allah, ia tidak akan bisa bertahan. Melalui kemampuannya untuk memahami dan mempertimbangkan, manusia dapat memahami sesuatu hanya seluas apa yang diizinkan Penciptanya. Adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan maksud-maksud Ilahiah yang telah ditetapkan-Nya. Apa pun yang kita alami dalam hidup ini, kita harus tetap ingat bahwa Allah adalah Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta dan Dia mengetahui, melihat, dan mendengar apa yang tidak dapat kita ketahui, lihat, dan dengar; dan bahwa Allah mengetahui sesuatu yang akan terjadi dan tidak kita sadari. Demikianlah, kita menyadari bahwa Allahlah yang menyebabkan terjadinya setiap peristiwa sesuai dengan tujuan ilmiah, yaitu untuk kebaikan kita.


nama file : melihat kebaikan di segala hal
bentuk file : pdf
halaman : 64
ukuran : 515,10 kb


download

MENTORING (Panduan Pembinaan Generasi Muda Muslim)


Buku ini berisi kerangka umum materi-materi mentoring yang telah lazim disampaikan
di berbagai sekolah dan kampus. Pada dasarnya, buku ini tidak hanya dapat dipergunakan
sebagai acuan kegiatan mentoring di sekolah atau kampus, tapi juga di masjid lingkungan
perumahan, masjid perusahaan, dan sebagainya.

Mengapa Mentoring?
Mentoring merupakan sebuah model pembinaan generasi muda muslim yang telah
tersebar secara luas di sekolah-sekolah dan di kampus-kampus. Hal ini disebabkan mentoring
merupakan bentuk pembinaan yang memiliki keunggulan-keunggulan di antaranya :
1. Didapatnya pemantauan yang lebih intensif dan melekat dari seorang mentor terhadap
perkembangan kualitas peserta mentoring.
2. Lebih mendalamnya pengenalan terhadap peserta mentoring, sehingga mentor dapat
menerapkan pendekatan secara khusus kepada tiap peserta.
3. Terbangunnya ukhuwah yang lebih kokoh antar peserta mentoring.
4. Lebih dimungkinkannya pembinaan dapat berlangsung secara kontinu.

Karena itu, buku ini dibuat secara khusus untuk membantu pelaksanaan program
mentoring di sekolah-sekolah. Buku ini, disertai pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi
peserta mentoring diharapkan akan meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan mentoring di
sekolah.

Untuk Siapa Buku Ini Dibuat
Buku ini dibuat untuk para pembina pada kegiatan mentoring, sebagai acuan dalam
menentukan materi-materi yang akan disampaikan dan apa yang harus dilakukan ketika
menyampaikan setiap materi. Karena itu, buku ini sebaiknya hanya dipegang oleh mentor,
tidak oleh peserta mentoring. Bila peserta mentoring membutuhkan bahan bacaan, mentor
hendaknya memberikan referensi buku-buku yang dapat dibaca sesuai referensi yang
disebutkan dalam buku ini.

Spesifikasi Peserta
Silabus ini dapat digunakan untuk berbagai kalangan seperti pelajar (SMP dan SMU),
mahasiswa, remaja masjid, dan lain-lain.

Kriteria Output
Setelah mengikuti proses pembinaan dalam mentoring, peserta diharapkan :
1. Memiliki pribadi yang hanif dan bersedia mendengarkan da’wah.
2. Memiliki kecenderungan untuk mengubah diri dan mengubah orang lain.
3. Memiliki potensi tertentu yang dapat bermanfaat bagi da’wah.
4. Melaksanakan ibadah-ibadah wajib.
5. Simpati kepada persoalan Islam dan keislaman.

Materi-materi yang terdapat dalam buku silabus ini dibagi menjadi tiga kelompok :
Materi Dasar Keislaman, Materi Pengembangan Diri, dan Materi Keumatan. Setiap kelompok
materi memiliki sejumlah materi yang disusun menurut kedekatan topik tiap materi.

Dalam pelaksanaannya, urutan materi yang disajikan dalam buku ini tidak sepenuhnya
harus diterapkan. Penyelenggara mentoring dapat menentukan dalam jangka waktu berapa lama program mentoring tersebut akan dilaksanakan. Jumlah pertemuan mentoring yang tersedia akan menjadi pertimbangan dalam memilih materi-materi yang akan disampaikan.


nama file : mentoring
bentuk file : pdf
halaman : 81
ukuran : 413,52 kb


download

7 Tahapan Dakwah Fardiyah Musthafa Masyhur


Menyeru manusia kepada Allah s.w.t adalah satu kemuliaan yang besar kepada pendukung dakwah. Firman Allah yang bermaksud:
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang soleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri.” (Fushilat: 33)
Menyeru manusia kepada Allah s.w.t menghasilkan pahala dan ganjaran yang besar dan tidak ternilai sebagaimana pengakuan Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
“Jika Allah s.w.t memberi hidayah kepada seorang lelaki lantaran anda, itu lebih baik bagimu daripada setiap apa yang disinari matahari.” (Riwayat at-Tabrani)
Menyeru manusia kepada Allah s.w.t dan kepada jalan yang benar, adalah sebaik-baik urusan dan amat perlu diketengahkan, terutama di zaman ini yang berkecamuk dengan pelbagai kefahaman dan ideology, trend semasa yang memperbodoh, menyesat dan menyelewengkan.
Menyeru manusia kepada Allah s.w.t adalah salah satu peringkat (marhalah) yang penting dalam amal Islami yang dilakukan secara bersungguh-sungguh. Ia merupakan marhalah ta’arif (memperkenalkan), yang mendahului marhalah takwin (pembentukan). Di sana terdapat dakwah ‘Ammah (dakwah umum) yang dicernakan melalui pidato, ceramah-ceramah, majlis-majlis ilmu, media masa seperti buku-buku, risalah-risalah, suratkhabar, majalah, kaset dan lain-lain. Di sana juga terdapat dakwah Fardiah (dakwah individu) yang tidak kurang pentingnya
Tahapan-Tahapan Dakwah:
Pertama ialah mewujudkan hubungan dan perkenalan dengan mad’u (taaruf).
Kedua ialah membangunkan iman yang lesu di jiwa mad’u.
Ketiga ialah menanamkan pembiasaan mengerjakan amalan-amalan fardhu, disiplin dengan amalan tersebut, dan berakhlak yang baik.
Keempat, menjelaskan pengertian ibadah yang syumul, tidak terbatas kepada sholat, puasa, zakat, haji saja, tapi menyangkut seluruh aspek kehidupan seperti makan, minum, pakaian, ilmu, amal, nikah, olahraga, mendidik anak dll.
Kelima, menjelaskan pengertian Islam yang syumul, yang berbicara tentang keshalehan individu dan sosial, agama dan negara, sistem hidup, perundang-undangan, dll.
Keenam, menjelaskan kepada mad'u bahwa kewajiban menegakkan agama Allah, tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi harus melibatkan orang lain dalam bentuk berjamaah.
Ketujuh, menjelaskan kepada mad'u bagaimana memilih jamaah yang tepat, dalam rangka menegakkan agama Allah........dst

nama file : DakwahFardiyah
bentuk file : pdf
halaman : 17
ukuran : 177,10 kb


download

JALAN DAKWAH MUSTHAFA MASYHUR

Sesungguhnya musuh-musuh Allah s.w.t. telah membuat konspirasi terhadap dakwah ini. Mereka bersatu membuat pakatan untuk membinasakan generasi-generasi yang baru muncul. Mereka menangkap, memenjara, menyiksa dan membunuh para pendukung dakwah. Musuh-musuh Allah s.w.t. ini juga merampas semua buku-buku, majalah dan risalah yang berkaitan dengan jamaah ini. Mereka lemparkan pelbagai tuduhan palsu terhadap jamaah ini dengan tujuan memutuskan hubungan antara generasi-generasi muda dengan gerakan Islam. Biar generasi baru itu menjadi sesat dan hilang pedoman di tengah-tengah kemelut arus dengan pelbagai ideologi duniawi lantas tidak mengenali jalan kepada Allah s.w.t.. Di satu sudut lain pula, mereka bercita-cita untuk mengeringkan sumber-sumber bekalan bagi gerakan Islam. Meraka mahu supaya gerakan Islam ini ketandusan anggota-anggota baru dan darah baru yang diperlukan untuk meneruskan perjuangannya. Mereka sangka dengan berlalunya generasi kami ini akan terhentilah harakah Islam bersamanya. Tidak dapat diperbaharui lagi dan diteruskan perjuangannya kerana jauhnya para pemuda daripadanya dan kerana kejahilan mereka tentang gerakan Islam yang lalu. Mereka membuat tipu daya dan Allah s.w.t. membalas tipu daya mereka dan Allah s.w.t. adalah sebaik-baik pembalas tipu daya itu.
Sesungguh Allah s.w.t. telah menghancurkan putar belit dan tipu daya mereka. Mereka tidak berjaya menghalang cahaya Allah s.w.t. dari sampai kepada generasi hari ini lalu menyinari dan memandu mereka ke jalan dakwah. Para pemuda Islam berlumba-lumba mengadap dakwah Islam dengan penuh kesedaran, sikap yang benar dan ikhlas disertai dengan langkah-langkah yang tetap dan tegas di dalam jalan dakwah. Mereka tidak gentar dan tidak lari dengan apa yang telah didengar, dibaca atau dilihat oleh mereka tentang gangguan dan penindasan yang menimpa
saudara-saudara mereka yang lalu di jalan dakwah sebelum mereka. Para pendukung dakwah
sebelum mereka telah diganggu dan disakiti di jalan dakwah. Allah s.w.t. mengurniakan kesabaran kepada mereka, memberi, ketahanan dan ketetapan kepada mereka dan mengambil dari mereka beberapa banyak syuhada'. Tetapi mereka tetap tidak berlembut (berkompromi) menghadapi musuh-musuh Allah s.w.t., tidak leka, tidak berubah dan menukar arah. Kita merasa cukup gembira melihat bunga yang sedang mekar itu (generasi muda). Kita benar-benar
menghargai, menyanjungi dan menyintai mereka dan kita bertanggungjawab terhadap mereka. Kita wajib mengemukakan pengalaman-pemgalaman kita supaya mereka bermula di mana kita telah sampai, supaya sempurnalah percantuman di antara dua generasi. Generasi yang telah tua dan generasi yang baru muncul. Kelak diharapkan mereka mewarisi amanah ini secara keseluruhan, kemurniaanya dan iltizam dengan kitab Allah s.w.t. serta sunnah Rasullah s.a.w. juga sunnah salafussoleh r.a.

Nama file : Jalan Dakwah
bentuk file : pdf
halaman : 92
ukuran : 623,18 kb

download

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM


PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM karya Syaikh Yusuf Muhammad Al-Hasan, mengulas tentang mendidik anak sejak sebelum lahir, dimulai dengan meilih pasangan yang baik, memperhatikan anak ketika masih dalam kandungan, selanjutnya memperhatikan anak setelah lahir.
Beberapa ayat Al-Quran yang dikutip pada pendahuluan buku ini antara lain :
QS Al-Furqan ayat 74 : "Dan orang-orang yang berkata 'ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa'"
QS At-Tahrim ayat 6 :"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan, dan selalu mengerjakan terhadap apa yang diperintahkan.
Hadits Nabi Riwayat Muslim, dari Abu Hurairoh, "Apabila manusia mati, terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya".
Sepatutnya ummat Islam memberi perhatian terhadap pendidikan anak dan pembinaan individu, untuk mencapai kedudukan sebagai ummat yang terbaik, seperti firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 110 ; "Kamu adalah ummat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manusia, menyuru kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar........dst.

nama file : Pendidikan Anak Dalam Islam
bentuk file : pdf
ukuran file : 988,39 kb
halaman : 60

download

Zaadul Ma'ad Bekal Menuju Akhirat Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyh


Zaadul Ma'ad bekal menuju akhirat, salah satu karya Ibnu Qoyyim Al-Jausiyyah, yang membahas tentang fiqhi dan adab-adab keseharian sesuai tuntunan Rasulullah.
Jilid pertama mengupas masalah Allah, dzat, sifat dan asma Nya, yang disusul dengan penjelasan tentang Raslullah yang dipilih sebagai nabi penutup sekaligus membawa risalah yang lengkap dan sempurna, menyempurnakan rislah-rislah yang di bawa oleh nabi-nabi sebelumnya, karena kesempurnaan rislah inilah maka Rasulullah harus memberikan tuntunan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan khususnya kehidupan sehari-hari, di tengah keluarga dan di tentah masyarakat.
Jilid kedua mengupas tentang zakat, shodaqoh,puasa , haji dan berbagai aspek lain yang melengkapi pembahasan jilid pertama, termasuk dzikir dan doa keseharian.
Jilid tiga membahas siroh Nabi Muhammad saw, sejak dari Mekah hingga ke Madinah, peperangan-peperangan yang dilewati.
Jilid keempat mengupas masalah pengobatan ala Rasulullah (Tibbun Nabawi) baik yang menyangkut cara mengobati, maupun obat-obat yang dapat menyembuhkan penyakit
Jilid kelima mengulas tentang muamalah, seperti pernikahan, jual beli dan sebagainya.
Kelima jilid ini dimuat menjadi satu ringkasan dalam buku ini.

nama file : Bekal menuju akhirat (zaadul Ma'ad) Ibnu Qoyyim Al -Jauziyyah
bentuk file : pdf
halaman : 432
ukuran : 23,56 mb.

download

La Tahzan (Jangan Bersedih)


Di mana saja, di zaman modern ini, permasalahan yang dihadapi oleh manusia sama saja. Manusia yang dibesarkan dalam latar belakang yang dibentuk oleh generasi pendahulunya, harus berhadapan dengan arus budaya global yang sama sekali baru, tapi harus disikapi, disinggung, diseleksi, bahkan diterima. Sehingga tak ada bedanya di mana pun kita hidup: Di Indonesia, di Eropa, di Amerika, di Saudi Arabia sampai pun di pedalaman Afrika.
Dengan menjamurnya buku-buku ala Chicken Soup saat ini, menunjukkan bahwa arus budaya global itu tidak bisa dimungkiri lagi ada, dan punya kekuatan untuk mengakulturasi budaya lokal (yang bahkan bisa bisa menyingkirkannya). Dan, buku ini adalah salah satunya. Dengan pertimbangan latar belakang sosial budaya yang merupakan tempat lahirnya Islam, buku ini menawarkan perspektif yang lain. Ketika membaca buku ini, penerbit mengajak pembaca untuk melihat dan memahami perspektif itu. Di sini, pembaca dituntut untuk menjadi seorang pemerhati sosial budaya Timur Tengah, baru kemudian memahami permasalahan modernisme di wilayah itu, dan dunia pada umumnya. Sebagai gambaran tentang bagaimana orang-orang
Arab, khususnya Saudi Arabia, menghadapi arus budaya modern itu tampak dari pengalaman penulis buku ini. Adalah Aidh al-Qarni yang dalam usianya yang baru empat puluh tahun 3 tahun mendatang, ia sudah termasuk sosok yang sudah kenyang makan asam garam. Dengan tuduhan tidak berdalil, dia pernah dijebloskan ke dalam penjara. Dan ketika keluar, tulisan-tulisannya mendapat sambutan hangat oleh masyarakat Saudi Arabia pada umumnya, khususnya buku ini. Dan itu tergambar dalam aliran tulisan bab per bab dalam buku ini: pada bab-bab pertama memang terkesan kurang masuk ke permasalahan aktual dan lebih menyajikan uraian-uraian yang dogmatis; baru di bab-bab tiga perempat berikutnya benar-benar in.
Alasan lain mengapa buku ini diterima luas adalah gaya bahasa dan penulisan yang mengalir dan lugas, yang seakan-akan lari dari pakem bukubuku Arab klasik meski membahas tema yang sama. Namun demikian, citra sastra yang banyak mewarnai budaya (baca: sistematika penulisan) Arab pada umumnya, dengan sentilan petikan-petikan dari kata-kata bijak, syair-syair Arab kuno maupun modern, hingga hadits dan al-Qur'an, sangat kental di sini. Bukan saja karena faktor budaya saja, tapi latar belakang akademis penulis sendiri yang memungkinkan ke arah itu. la telah menyelesaikan program Doktoral dalam bidang Hadits di Fakultas Ushuluddin pada Al-Imam Islamic University, Riyadh. la juga hafal al-Qur'an (yang merupakan syarat mutlak sebagai mahasiswa di Saudi Arabia, pada umumnya), hafal 5000 hadits, dan lebih dari 10000 bait syair Arab kuno hingga modern. Sejak pertama kali diterbitkan, 2001, (Dar Ibnu Hazm: Beirut), buku ini bertahan selama dua tahun sebagai buku terlaris. Untuk cetakan pertama, dalam kurang waktu sebulan sudah habis terjual. Antusiasme yang sama juga diberikan kepada cetakan kedua hingga kesembilan. Namun mulai cetakan ketiga, hak cetaknya diambil alih oleh sebuah pustaka besar di Riyadh, Alobeikan.
Dan penting untuk diketahui, DR. Aidh al-Qarni adalah penulis paling produktif di Saudi Arabia saat ini.

Nama file : La_tahzan jangan bersedih
bentuk file : pdf
halaman : 144
ukuran : 1.04 mb

download

Bagaimana Menyentuh Hati (Abbas As-Siisi)


Bagaimana Menyentuh Hati (At-Thoriq ilal Qulub), kitab yang ditulis oleh Abbas Asisi, panduan bagi para da'i untuk memikat objek dakwah. Inilah sebagia dari kutipan buku ini
Orang yang tidak menggunakan indranya adalah orang yang hidup dalam "dunia yang tidak nyata", sehingga alam sekitarnya tidak akan melihat dan merasakan keberadaannya, serta tidak akan sedih jika ditinggal pergi.
Mereka tidak memahami makna hidup yang sebenarnya, tujuan penciptaan, dan tanggung jawab yang dibebankan. Adapun da'i, ia ibarat qalbu (hati), maka barangsiapa yang tidak memfungsikan hatinya, ia tidak mendapatkan sambutan dari masyarakatnya.
Allah swt. berfirman,
"Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku Iemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu berlaku keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari
sekelilingmu." (Ali Imran: 159)
Perasaan dan kasih sayang adalah "bahasa" internasional yang dipergunakan oleh da'i dalam menghadapi seluruh penduduk bumi, hingga kepada orang bisu sekalipun.
Kerana rahmat Allah-lah Anda berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu berlaku keras lagi kasar, tentulah mereka akan menjauhimu, wahai para da'i. "Bahasa" ini ibarat mata wang yang ditetapkan untuk dipakai oleh setiap negara secara internasional. Dengan "bahasa" inilah, generasi pertama umat ini dapat menaklukkan dunia. Mereka adalah lentera kehidupan. "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orangorang yang mempunyai akal atau mempergunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." (Qaaf: 37)
Oleh kerana ltu, barangsiapa tidak mengingat, merasakan, dan terpengaruh oleh keburukan atau keindahan, ia adalah orang yang tidak mempunyai hati.

Nama file : bagaimana menyentuh hati
bentuk file : pdf
halaman : 170
ukuran : 2,3 mb
download

Risalah Baiat

Risalah Baiat, karya Ibnu Taimiyah, mengulas tentang baiat, hukum-hukumnya, bagaimana baiat di masa Rasulullah disertai contoh-contoh yang diambil dari sejarah, pendapat para ulama tentang baiat, kapan dan kepada siapa seorang muslim harus berbaiat. Beliau juga mengulas tentang tolong menolong, ketaatan kepada pemimpin, dll.
Mengutip Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim, dalam kitab shahihnya:
"dari Ibnu Umar Rasulullah saw bersabda; Barang siapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan, dia akan berjumpa dengan Allah tanpa hujjah (alasan membela diri). Barang siapa yang mati, sementara di lehernyha belum ada baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah"
Kemudian dalam hadits lain disebutkan :
"Barang siapa yang keluar dari ketaatan (kepada Imam) dan meninggalkan jamaah dan kemudian mati, maka matinya seperti mati orang jahiliyah. Barang siapa yang berperang di bawah bendera atau marah karena ashabiyah (fanatisme golongan), atau berdakwah untuk ashabiyah, kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang jahiliyah. Barang siapa dari ummatku yang keluar dari jamaah kemudian memerangi orang yang baik-baik, dan orang yang fajir, dan tidak memperhatikan urusan orang-orang mukmin, serta tidak menepati janjinya, maka dia tidak termasuk golonganku dan aku tidak termasuk golongannya.
Nash-nash seperti ini dan yang semakna dengannya, yang menegaskan permasalah-permasalahan yang mendasar dalam amal jama'i sekarang ini.

Nama file : Ibnu Taimiyah risalah baiat
bentuk file : pdf
halaman : 115
ukuran : 6,58 mb

download

Risalah Pergerakan Hasan Al-Banna


Majmuatu Rosail (Risalah Pergerakan) kumpulan tulisan (surat) yang ditulis oleh Hasan Al-Banna, dihimpun oleh murid-muridnya menjadi satu kumpulan risalah. Berisi berbagai prinsip-prinsip ke Islaman, dakwah, ilmu, politik, dsb.
Isi dari Kitab ini adalah :
1. Risalah Ta'lim
2. Nizhamul Usar
3. Dakwah Kami
4. Apakah Kita Para Aktivis?
5. Kepada Mahasiswa
6. Menuju Cahaya
7. Risalah Jihad
8. Mu'tamar Ke-enam
9. Mar'ah Muslimah
10. Kepada Apa Kami Menyeru Manusia?
11. Di Bawah Naungan Al-Quran
12. Al-Ma'tsurat
13. Al-'Aqaaid
14. Kepada Para Pemuda dan Secara Khusus Kepada Para Mahasiswa
15. Dakwah Kami di Zaman Baru
16. Antara Kemarin dan Hari Ini
17. Mu'tamar Ke-lima
18. Agenda Persoalan Kita dalam Kacamata Sistem Islam
Nama file : Majmuaturrosail (Risalah pergerakan) full.pdf
Bentuk : pdf
Halaman :566
Ukuran : 1,44 mb
download