Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan

MANAJMEN QALBU (Melumpuhkan Senjata Syaithan)


Kitab yang ada di tangan pembaca ini adalah terjemahan dari karya monumental ulama besar yang terkenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa'd bin Haris Az-Zar'i Ad-Dimasyqi Al-Faqih Al-Ushuli Al-Mufassir An-Nahwi Al-Aris Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Dilahirkan pada tahun 691 H, dan Rahimahullah wafat pada akhir waktu isya', malam Kamis 13 Rajab 752 H.

Beliau menguasai berbagai disiplin ilmu ke-Islaman. Pandai di bidang tafsir dan jarang yang menandinginya, demikian pula di bidang: Ushuluddin, Hadits, Fiqh, Istimbath (kesimpulan hukum), Ushul Fiqh, Bahasa Arab, Nahwu, Sya'ir, Ilmu Kalam, Ilmu Suluk dan sebagainya.
Di samping sibuk menuntut dan menyebarkan ilmu, Ibnu Qayyim juga dikenal seorang pekerja keras, sangat tekun beribadah dan kuat sekali melakukan shalat, tahajud dan membaca Al-Qur'an, senantiasa berdzikir kepada Allah, rendah hati dalam pergaulan, tetapi amat keras dalam menentang berbagai kebatilan dan kezaliman.

Di antara lebih dari enam puluh enam karya beliau, kitab Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan ini -yang kitab aslinya terdiri lebih dari dua ribu halaman- termasuk karya beliau yang mendapat sambutan secara luar biasa di segenap penjuru dunia. la adalah karya yang amat baik dan bermanfaat, bahkan termasuk di antara karya terbaik yang pernah dilahirkan manusia.
Mengingat begitu panjangnya pembahasan kitab ini, seorang ulama kontemporer, masih muda, sangat produktif dan dikenal karena ke-luasan ilmunya, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, dengan sangat hati-hati berinisiatif meringkas sekaligus memberinya catatan kaki, sampai kemudian terbitlah ringkasan itu menjadi sebuah kitab yang beliau beri judul Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masya-yidisy Syaithan. Ia berisikan inti serta pilihan-pilihan dari kandungan kitab aslinya. Jika kitab Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan itu diibaratkan lautan yang menyimpan begitu banyak kekayaan, maka Mawaridul Aman Al-Muntaqa min Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syaithan adalah kumpulan mutiara-mutiaranya.

Dengan begitu lengkaplah daya tarik kitab ini, padahal hanya dengan menyebut nama pengarangnya saja, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, para ulama dan penuntut ilmu sudah serta-merta akan memburunya untuk mengobati dahaga ilmu mereka. Apatah lagi jika ia termasuk karya ter-baiknya dan disajikan dalam ringkasan, sehingga runutan bahasan demi bahasan benar-benar laksana untaian mutiara mutu manikam.


nama file : melumpuhkan senjata syaithan
bentuk file : pdf
halaman : 483
ukuran : 4,42 mb

download

SHOLAT KHUSYU ITU MUDAH


Kata Pengantar
Abu Sangkan
Sekilas saya rasakan, buku ini seolah mengajak dan menuntun untuk merasakan, bukan memikirkan!! Ketika rukuk dan sujud, terasa sekali ketenangan ruas-ruas tulang dan otot menjadi rileks. Ketika mengucapkan tasbih dengan penghayatan dan seolah memberikan pujian dihadapan Allah dengan sesungguhnya. Terasa sekali desiran hati akan sentuhan kalimat tayyibah menyusup dengan jelas. Sungguh sajian yang menarik untuk dimiliki dan dirasakan secara langsung.

Kalau masih mempunyai hobbi berdebat lalu mencari kesalahan dan mencari pembenaran atas aliran-aliran fikih dalam Islam, disarankan jangan baca buku ini. Karena saya pikir, khusyu’ itu tidak hanya dimiliki oleh satu aliran fikih saja. Akan tetapi, bisa dirasakan oleh siapa saja yang meyakini akan pertemuannya dengan Allah dikala berdiri shalat. Apapun jalan syariatnya, yang penting sesuai dengan nash yang sudah disepakati oleh jumhur ulama salaf maupun khalaf dan semuanya mengacu kepada hadist Nabi:

Shallu kama raitumuuni ushalli Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat..
Saya sangat appreciate, atas diterbitkannya buku saudara Mardibros. Karena untuk menjalankan shalat yang khusyu’, tidak harus menjadi ahli dalam bidang agama yang luas. Sebagaimana orang yang hendak menunaikan ibadah zakat , haji ataupun berpuasa. Ilmu yang diperlukan hanya sekitar hukum-hukum fikih, zakat, haji dan puasa. Disamping itu, hanya diperlukan sebuah keyakinan adanya Allah yang sangat dekat. Kalau keyakinan itu ada, tidaklah mungkin orang yang meyakini adanya Allah yang Maha Melihat, lalu shalatnya terburu-buru. Kalau dia meyakini bahwa Allah Maha Mengetahui gerak-gerik hati setiap hamba-Nya, tidak mungkin shalatnya tidak serius.

Masihkah masalah shalat khusyu’ menjadi persoalan yang harus diperdebatkan dan diberikan alasan bermacam-macam. Hanya gara-gara tidak serius atas seluruh ibadahnya, lalu mengatakan shalat khusyu’ itu tidak ada bahkan mengatakan tidak mungkin.
Padahal dengan tegas, Al Qur’an mengatakan :
Qad aflahal mu’minuun, alladziina hum fii shalaatihim khasyi’uun. Sungguh beruntung orang-orang beriman, yang di dalam shalatnya dilakukan dengan rasa khusyu’. (QS Al Mukminun [23]:1-2).

Sebaliknya Al Qur’an juga mengatakan bahwa ada shalat yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

Innal munaafiqiiina yukhadi’uunallaaha wa huwa khaadi’uhum, idzaa qaamuu ilash shalaati qaamuu kusaalaa yuraauunan naasa wa la yadzkuruunallaaha illaa qaliilaa.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah juga akan membalas atas tipuannya tersebut. Mereka itu apabila melaksanakan shalat dilakukan dengan perasaan malas, dan mereka tidak serius didalam mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja. (QS An Nisaa’ [4]:142)

Singkatnya, shalat itu ada dua jenis yang tercantum dalam Al Qur’an, yaitu shalatnya orang mukmin dan shalatnya orang-orang munafik. Tinggal kita menilai, jenis shalat yang mana yang biasa kita lakukan.

Abu Sangkan


nama file : sholat khusyu
bentuk file : pdf
halaman : 145
ukuran : 825,34 kb


download

PINTU-PINTU PAHALA DAN PENGHAPUS DOSA


Pintu-Pintu Pahala Dan Penghapus Dosa
Karya : Syaikh Abdur Rohman Al-Jami’
Terjemah : Abdulloh Haidir,Lc

Al-Hafiz Ibnu Rajab -semoga Allah merahmatinya- dalam pembukaan kitab-nya: “At- Takhwif minannar“ (Menumbuhkan rasa takut terhadap api neraka) menyatakan tentang sebab dia mengarang kitab tersebut : “Supaya -atas kehendak Allah- menjadi peghalang bagi jiwa dari kesesatan dan kerusakan, serta menjadi pendorong baginya untuk segera menggapai kesuksesan dan petunjuk. Sesungguhnya jiwa-jiwa manusia terutama pada zaman sekarang ini telah diliputi perasaan malas dan santai serta menuruti hawa nafsunya dan dibuai angan-angan kepada Allah. Dan hawa nafsu itu tidak akan meninggalkan hati kecuali dengan dua cara : Rasa takut (kepada Allah) dan rindu (kepada-Nya).

Dari bab inilah -bab tentang kerinduan kepada Nya kami susun untuk anda akhi muslim tercinta sebuah kitab kecil yang mengandung hadits-hadits pilihan dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam. Hadits-hadits yang shahih ini menunjukkan pintu-pintu pahala dan amal shaleh beserta keutamaannya, agar anda dapat bangkit dari kelalaian dan mengusir debu kemalasan serta sikap santai, langkah semakin terdorong untuk mencari ridho Allah, sehingga anda akan mendapatkan cinta-Nya dan masuk ke dalam syurga-Nya.

Hadits-hadits tersebut juga memuat tentang penghapus-penghapus (kaffarat) kesalahan yang
dengannya Allah ta’ala menghapuskan dosa-dosa, agar diketahui bahwa Allah ta’ala Maha Belas
Kasih, suka memberikan ampunan bagi dosa-dosa hamba-Nya yang lalai, pintu-pintu rahmat-Nya dan ampunan-Nya selalu terbuka untuk mereka, diberikannya seribu satu jalan untuk mereka dan dimudahkan jalan untuk bertaubat supaya mereka bersedia untuk kembali (kepada jalan Allah).

Maka marilah akhi muslim -semoga Allah memberikan taufiq kepada anda- kita mencari ilmu
dan beramal shaleh, moga-moga anda termasuk orang-orang yang mendapatkan naungan Allah
pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya ditempat dimana terdapat orang yang
kita cintai Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya.

Sebelum saya memulai, ingin saya sampaikan terlebih dahulu bahwa hadits-hadits yang saya
kutip dikumpulkan dari beberapa kitab, yaitu : Shahih Bukhori, Shahih Muslim, ditambah dengan Shahih Ibnu Majah, Turmuzi, Nasa’i, Abu Daud, At- Targhib wa At-Tarhib dan Shahih Jami’ Ash-Shagir yang telah dikoreksi oleh Syaikh Al Albani -semoga Allah merahmatinya-, saya juga mengambil dari kitab “Amal Shaleh” yang disusun oleh Abdul Wahhab Al Utsman, begitu juga dari kitab “Fadhailul A’mal”-nya Dhia Al-Maqdisi yang dikoreksi oleh Ghassan Harmaas, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan. Bukan maksud saya untuk mentakhrij hadist-hadits tersebut, akan tetapi yang ingin saya katakan adalah bahwa-bahwa hadits-hadits berikut adalah shahih -insya Allah-. Saya mohon kepada Allah Yang Maha Mulia pemilik Arsy yang agung agar mengampuni anda dan bagi siapa saja yang berperan dalam pekerjaan ini, dan akhir doa kami adalah : Segala puji hanya bagi Allah Rabb sekalian alam .

Ditulis oleh : Abdurrahman Al Jaami

nama file : Pintu-Pintu Pahala
bentuk file : pdf
halaman : 107
ukuran : 729,70

download

Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar'iyyah


Dari sisi etimologi, ruqyah berarti permohonan perlindungan, atau ayat-ayat, dzikir-dzikir dan doa-doa yang dibacakan kepada orang yang sakit.2 Sedangkan menurut terminologi syariat, ruqyah berarti bacaan-bacaan untuk pengobatan yang syar’i (berdasarkan nash-nash yang pasti dan shahih yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah) sesuai dengan ketentuan- ketentuan serta tata cara yang telah disepakati oleh ulama. Ruqyah dinamakan juga dengan ‘Azaa’im (bentuk plural dari ‘Aziimah, yang dikenal dalam bahasa Indonesia dengan azimat-azimat).
Ruqyah
dinamakan (juga)
dengan ‘Azaa’im karena orang yang membacanya meyakininya, serta lahir pada dirinya kekuatan penolakan (terhadap penyakit/bahaya) ketika membacanya.
Hukum menggunakan ruqyah untuk mengobati penyakit adalah mubah (boleh). Bahkan syariat menganjurkannya. Berdasarkan nash-nash tekstual dalam Al Qur’an dan As-Sunnah. Dan tidak diragukan lagi, bahwa pengobatan dengan Al Qur’an Al Karim dan dengan nash-nash ruqyah yang tsabit (tetap) dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah terapi pengobatan yang sangat sempurna dan bermanfaat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: ‘Al qur’an itu adalah petunjuk dan (obat) penawar bagi orang-orang yang beriman’.” (Q.S Fushilat:44)
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S Al Israa’ :82).
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57).
Al Qur’an merupakan obat yang sempurna dan
penawar bagi seluruh penyakit hati dan jasad, serta penyakit-penyakit dunia dan akhirat. Namun tidak semua orang mampu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan Al Qur’an. Jika pengobatan penyembuhan dilakukan secara baik terhadap penyakit, didasari dengan kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, serta terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakit pun yang mampu melawannya selama- lamanya. Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb Pemelihara langit dan bumi, yang jika firman-firman itu turun ke atas gunung, maka ia akan memporak-porandakan gunung tersebut? Atau jika turun ke bumi, niscaya ia akan menghancurkannya? Oleh karena itu, tidak ada satu penyakit hati dan juga penyakit fisik melainkan dalam Al Qur’an terdapat jalan penyembuhannya, penyebabnya, serta pencegah terhadapnya bagi orang-orang yang dikaruniai pemahaman oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap kitabNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan penyakit-penyakit hati dan jasad, juga disertai penyebutan penyembuhan penyakit hati dan fisik.

nama file : terapi pengobatan dengan ruqyah syar'iyyah


bentuk file : pdf



halaman :155


ukuran : 454,92 kb



download

Hisnul Muslim Doa dan Dzikir Menurut Al-Quran dan As-Sunnah


Hisnul Muslim Doa dan Dzikir Shahih menurut Al-Quran dan As- Sunnah, disusun oleh Syaikh Sa'id bin Ali al-Qohthoni, menuntun kaum muslimin membiasakan diri berdoa dan berdzikir dengan benar. Memuat doa dan dzikir keseharian, doa sholat, doa-doa hajat ummat manusia.
Mengutip firman Allah ;

“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku)”.(Al-Baqarah :152)

“Hai, orang-orang yang beriman, ber-dzikirlah yang banyak

kepada Allôh (dengan menyebut namaNya)”. (Al-Ahzaab,

33:42).

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama)

Allôh, maka Allôh me-nyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung”. (Al-Ahzaab, 33:35).

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalâm hatimu dengan

merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta

tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan

janganlah kamu terma-suk orang-orang yang lalai”. (Al- A’raaf, 7:205).


Nama file : HISNULMUSLIM EBOOK

Bentuk file : pdf

halaman : 153

ukuran : 1,21 mb


download